Pengaruh Waktu Terhadap Temperatur Aktivasi dari Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) dalam Pembuatan Katalis

Yuni Kurniati, Eka Lutfi Septiani, Okky Putri Prastuti, Victor Purnomo, Sri Sugmah Nur Dewi, Imam Mahmuddin

Abstract


Kulit pisang termasuk limbah pertanian yang mengandung komponen lignoselulosa (holoselulosa dan lignin) dan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Kulit pisang ini cukup potensial untuk dijadikan substrat dalam memproduksi katalis. Katalis asam merupakan salah satu jenis katalis yang berperan penting dalam proses kimia. Untuk menghasilkan katalis dengan struktur pori yang baik, dalam penelitian ini digunakan proses aktivasi secara kimia karena proses ini menggunakan temperatur yang lebih rendah daripada proses aktivasi fisik. Aktivasi kimia merupakan proses pemutusan rantai karbon dari senyawa organik dengan pemakaian bahan–bahan kimia. Pada cara ini, proses aktivasi dilakukan dengan menggunakan bahan kimia (aktivator) sebagai agen pengaktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu temrhadao temperatur aktivasi dari perbandingan massa optimum karbon-KOH dalam proses sintesis katalis berbasis arang kulit pisang sehingga menghasilkan katalis dengan karakteristik yang paling optimal, dan temperatur kalsinasi sebagai proses kimia fisika pada sintesis katalis berbasis arang kulit pisang. Metode pembuatan katalis dilakukan dengan cara kalsinasi untuk menguraikan sumber karbon menjadi karbon sehingga terbentuk komposit sesuai dengan temperatur yang telah divariabelkan. Setelah terbentuk komposit karbon-KOH, kemudian dilakukan sulfonasi menggunakan asam sulfat pekat sesuai dengan temperatur yang ditentukan. Aktivasi dengan KOH pada temperatur aktivasi 300°C, 350°C, dan 400°C. Dalam penelitian ini, proses aktivasi bisa berjalan optimum pada temperatur 300°C, 350°C, dan 400°C yang ditandai dengan adanya asap putih sudah tidak keluar lagi karena karbon telah bereaksi dengan KOH. Kondisi optimum ini tercapai setelah 20 menit.

Banana peels include agricultural waste that contains lignocellulosic components (holocellulose and lignin) and carbohydrate content which is quite high. Banana peel is quite potential to be used as a substrate in producing catalysts. Acid catalyst is one type of catalyst that plays an important role in chemical processes. Chemical activation is the process of breaking the carbon chains of organic compounds by using chemicals. In this way, the activation process is carried out using chemicals (activators) as activating agents. This study aims to study the effect of activation temperature temrhadao from the optimum mass ratio of carbon-KOH in the synthesis process of banana skin charcoal based catalysts so as to produce a catalyst with the most optimal characteristics, and calcination temperature as a physical chemical process in the synthesis of banana skin charcoal based catalysts. The method of making the catalyst is done by calcination to decompose the carbon source into carbon so that the composite is formed according to the temperature that has been varied. After forming carbon-KOH composite, then sulfonation is carried out using concentrated sulfuric acid according to the specified temperature. Activation with KOH at activation temperatures of 300°C, 350°C and 400°C. In this research, the activation process can run optimally at temperatures of 300 °C, 350 °C, and 400 °C which are characterized by the presence of white smoke that has not come out anymore because carbon has reacted with KOH.


Keywords


activation; catalyst; banana peel; sulfonation

Full Text:

PDF

References


B. Basse, Compost Engineering, London : An Arbour Science, 2000.

A. Yosephine, Pemanfaatan ampas tabu dan kulit pisang dalam pembuatan kertas serat campuran. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, vol. 11, no. 2, hal. 94-100, 2012.

D. Darmono, Lingkungan Hidup dan Pencemaran (Hubungannya dengan Toksikologi Senyawa Logam), Jakarta: UI Press, 2001.

L. Foist, The Ostwald Process & Catalytic Oxidation of Ammonia, Study.com, 2019.

A. Dabrowski, P. Podkoscielny, Z. Hubicki, M. Barczak, Adsorption of phenolic compounds by activated carbon, Chemosphere, vol. 58, hal. 1049-1070, 2005.

S. Sani, Pembuatan karbon aktif dari tanah gambut, Jurnal Teknik Kimia, vol. 5, no.2, hal. 400-406, 2011.

E. Nuramanah, H. Sholihin, W. Siswaningsih, Kajian Aktivitas Antioksidan Kulit Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L. Var Sapientum) dan Produk Olahannya, J. Si. Tek. Kim., vo. 4, no. 1, hal. 1-7, 2013.

E. Hewett, Stem A and Mrs. Wildfong. Banana Peel Heavy Metal Water Filter. http://users.wpi.edu, diakses 30 Januari 2017, 2011.

M. Sudibandriyo, PhD. dissertation: A Generalized Ono-Kondo Lattice Model for High Pressure on Carbon Adsorben, Oklahama State Univ., Oklahoma, USA, 2003.

N. Nurfitria, K. Febriyantiningrum, W. P. Utomo, Z. V. Nugraheni, D. D. Pangastuti, H. Maulida, F. N. Ariyanti, Pengaruh Konsentrasi Aktivator Kalium Hidroksida (KOH) pada Karbon Aktif dan Waktu Kontak Terhadap Daya Adsorpsi Logam Pb dalam Sampel Air Kawasan Mangrove Wonorejo Surabaya, Akta Kimia Indonesia, vol. 4, no. 1, hal. 75-85, 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/jtkl.v4i1.134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright © 2019 Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan