Pengaruh Komposisi Air Laut dan Pasir Laut Sebagai Sumber Energi Listrik

Okky Putri Prastuti

Abstract


Energi listrik adalah energi yang berasal dari muatan listrik yang menimbulkan medan listrik statis atau bergeraknya elektron pada konduktor (pengantar listrik) atau ion (positif atau negatif) pada zat cair atau gas. Energi listrik dibutuhkan oleh masyarakat untuk menghidupkan lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan ataupun untuk menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan berbagai upaya pembaharuan energi salah satunya memanfaatkan campuran pasir laut dan air laut. Pemanfaatan air laut sudah diketahui bahwa memang bisa menghasilkan arus listrik. Penelitian ini merupakan studi awal untuk mengkombinasi air laut dan pasir laut sebagai bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi optimal antara air laut dan pasir laut dalam menghasilkan energi listrik. Sumber air laut dan pasir laut berasal dari Pantai Kenjeran Surabaya Indonesia. Metode penelitian berupa pencampuran air laut dan pasir laut dengan komposisi perbandingan persen berat pasir laut di dalam campuran sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Energi listrik yang dihasilkan ditunjukkan dengan mengamati aliran arus dan daya yang terlihat pada multimeter. Berdasarkan hasil pengukuran arus dan tegangan didapatkan berturut-turut sebesar 2,4 V; 2,3 V; 2,3 V; 1,8 V; dan 0,9 V. Sehingga hasil analisis dari kandungan air laut dan pasir laut berpotensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik, meskipun pasir laut berperan sebagai hambatan.

Electrical energy is energy derived from electric charge that causes static electric field or the movement of electrons in a conductor (conductor of electricity) or ions (positive or negative) in a liquid or gas. The electrical energy needed by society to lighting, heating, cooling, or to move back in mechanical equipment to produce other forms of energy. Utilization of a mixture of sand and sea water is one of the methods of renewable energy. In other hand, utilization of sea water is known that it can generate electricity. This study is a preliminary study to combine sea water and sea sand as raw materials. The purpose of this study was to analyze the optimal composition of sea water and sea sand in generating electrical energy. Source of sea water and sea sand comes from Kenjeran Beach Surabaya Indonesia. Research methods such as mixing sea water and sea sand with a weight percent ratio sea sand in the mixture of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. The electrical energy generated is determined by observing the current flow and power are seen on the multi meter. Based on the results of current and voltage measurements obtained respectively 2,4 V; 2,3 V; 2,3 V; 1,8 V; and 0,9 V. So the results of the analysis of the composition of sea water and sea sand can potentially be used as a source of electrical energy, although sea sand as agent of resistant.


Keywords


electrical energy; kenjeran beach; renewable energy; sea sand; sea water

Full Text:

PDF

References


S. H. Maron, J. B. Lando, Fundamentals of Physical Chemistry, New York: Mac Millan Publishing Co. Inc, 1998.

S. Sunde, Water Electrolysis Technology Concepts and Performance, Newcastle upon Tyne: University of Newcastle, 2012.

A. Yuningsih, A. Masduki, Potensi Energi Arus Laut untuk Pembangkit Tenaga Listrik di Kawasan Pesisir Flores Timur, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, vol. 3, hal. 13-25, 2011.

A. Susanto, M. S. Baskoro, S. H. Wisudo, M. Riyanto, F. Purwangka, Performance of Zn-Cu and Al-Cu Electrodes in Seawater Battery at Different Distance and Surface Area, International Journal of Renewable Energy Research, vol. 7, no. 1, hal. 298-303, 2017

D. R. Mangerongkonda, Pengaruh Penggunaan Pasir Laut Bangka Terhadap Karakteristik Kualitas Beton, Skripsi, Universitas Gunadarma, Indonesia, 2007.

R. Ramlan, N. Pradhani, Studi Pemanfaatan Pasir Laut Sebagai Agregat Halus pada Campuran Beton Aspal, Majalah Ilmiah Mektek., vol. 10, no. 1, hal. 10-21, 2008.

S. Retno, Media Indonesia, Lampu Berenergi Air Garam, Edisi Sabtu, 27 February 2016, Pk. 06.50 WIB.

A. L. Underwood, Analisa Kuantitatif Mikro dan Semi Mikro, Jakarta: Erlangga, 1999.

D. S. Pambudi, Pemanfaatan Pasir Laut Teraktivasi H2SO4 dan Tersalut Fe2O3 Sebagai Adsorben Ion Logam Cu (II) dalam Larutan, Skripsi, Universitas Negeri Semarang, Indonesia, 2013.

S. Fariya, S. Rejeki, Seacell (Sea Water Electrochemical Cell) Pemanfaatan Elektrolit Air Laut Menjadi Cadangan Sumber Energi Listrik Terbaharukan Sebagai Penerangan pada Sampan, Jurnal Sain dan Teknologi., vol. 10, no. 1, hal. 44-58, 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.33795/jtkl.v1i1.13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Okky Putri Prastuti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.